SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Para pelaku gendam (hipnotis) merupakan komplotan lintas provinsi sudah banyak memakan korban. Tidak tanggung-tanggung, kerugian korbannya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

"Dapat dipastikan para pelaku ini bukan berasal dari Kota Sampit atau bukan dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)," ucap Kasatreskrim Polres Kotim AKP Wiwin Junianto Supriyadi mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Ronmel, Sabtu (2/2/2019).

Sudah satu tahun belakangan ini para pelaku beraksi di wilayah hukum Polres Kotim. Tidak tanggung-tanggung, di kabupaten bemoto Bumi Habaring Hurung ini para pelaku melancarkan aksinya lebih dari 5 kali.

Para pelaku tidak pandang bulu melakukan aksinya. Tindak pidana yang dilakukan pelaku juga sempat terekam kamera pengawas atau CCTV. Bukan hanya uang, pelaku juga mengincar barang berharga lainnya.

"TKP di Samuda, motor seorang penjual tahu berhasil berpindah tangan, kejadiannya terekam CCTV. Di Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Sampit, seorang pria mengalami kerugian sekitar Rp13 juta," sebut Kasatreskrim.

--page

Dilanjutkannya, di lingkar utara atau Jalan Soekarno, korban mengalami kerugian sekitar Rp46 juta. Selain itu ada juga di lokasi lainnya yakni di Kecamatan Kota Besi, Islamic Center dan beberapa lokasi lainnya.

"Detailnya akan kami sampaikan pada saat press rilis nanti," tukas Kasatreskrim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)