PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebut hingga kini distribusi elpiji 3 kg belum tepat sasaran karena banyak 'orang berdasi' yang ikut menikmati elpiji bersubsidi.

Padahal, sejak 1 tahun lalu Gubernur Kalteng Sugianto Sabran sudah memberi peringatan bahwa elpiji ukuran 3 kg hanya untuk masyarakat di bawah angka kemiskinan.

"Gas 3 kg ini bersubsidi yang ditujukan kepada masyarakat miskin, namun masih banyak orang berdasi yang ikut membeli sehingga banyak pengecer yang memanfaatkan untuk menaikkan harga," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalteng, Jenta, Senin (4/2/2019).

Untuk menekan hal tersebut, Gubernur Kalteng kembali mengeluarkan surat edaran dan menekankan penggunaan elpiji bersubsidi hanya berlaku untuk masyarakat berpenghasilan tidak tetap.

Surat edaran yang terbit sejak 1 Ferbuari tersebut menekankan pengawasan hingga ke Pangkalan distributor elpiji.

--page

"Dalam surat edaran tersebut, Gubernur menekankan bahwa gas ukuran 3 kg hanya berlaku untuk masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap," imbuhnya. (GAZALI/B-2)