BORNEONEWS, Sampit- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 2019 ini, berupaya mengembangkan tanaman cabai rawit dan cabai besar di sejumlah kecamatan.
"Pada 2019 ini pengembangan cabai akan terus kami persiapkan dan rencananya Mei 2019 mendatang akan mulai dilaksanakan," ujar Kepala Dinas Pertanian Kotim I Made Dikantara, Senin (4/2/2019).
Budidaya cabai tersebut akan dilakukan di atas lahan seluas 60 hektare. Yang mana nantinya untuk cabai rawit 40 hektare dan cabai besar 20 hektare.
Lokasi lahan tersebut ada di sejumlah kecamatan di antaranya Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Seranau, Parenggean, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Telawang, Mentaya Hulu, Telaga Antang, dan Pulau Hanaut.
"Jadi nantinya 60 hektare yang akan ditanami cabai tersebut. Lokasinya ada di 11 kecamatan di Kotim ini," ungkap Made.
--page
Budidaya cabai dilakukan sebagai upaya agar harga bumbu dapur itu bisa dinetralisasi. Sehingga bisa menekan kenaikan harga seperti yang terjadi selama ini. Selama ini, kebutuhan cabai masih didatangkan dari luar daerah.
"Selama ini hasil tanam cabai di daerah tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Sehingga pedagang banyak yang mendatangkan dari luar daerah. Hal itulah yang bisa membuat harga cabai naik di Kotim," sebut Made.
Dengan adanya pengembangan cabai, ia berharap harga cabai di Kotim bisa terus normal. Tidak melonjak tinggi seperti pada tahun-tahun sebelumnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








