SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Dinas Pertanian Kotim akan mengembangkan tanaman cabai di lahan seluas 60 hektare di 11 kecamatan.

Hal itu disambut baik para petani. Mereka bahkan sangat bersemangat. Karena permintaan pasar atas tanaman holtikultura tersebut sangat menjanjikan.

"Petani cukup bersemangat menyambut pengembangan cabai ini. Karena peminatnya dipasaran sangat banyak dan menjanjikan," ujar Kepala Dinas Pertanian Kotim I Made Dikantara, Senin (4/2/2019).

Ia menyebutkan bahwa peluang pasar cabai cukup besar. Selain itu, harganya juga sangat tinggi. Yang mana, harga normal cabai saja bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan bila sedang kosong bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram.

Hal itulah yang menjadi dasar dan semangat petani untuk mengembangkan tanaman cabai. Made sendiri terus memotivasi petani yang saat ini sudah menanam cabai agar terus mengembangkannya.

--page

"Petani yang saat ini memang sudah membudidayakan tanaman itu diharapkan terus mengembangkan lagi. Sehingga hasilnya bisa lebih melimpah," ungkap Made.

Sementara itu, perkembangan tani cabai sendiri bakal dilakukan di 11 kecamatan. Yakni Kecamatan Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Seranau, Parenggean, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Telawang, Mentaya Hulu, Telaga Antang, dan Pulau Hanaut. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)