BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD Kapuas telah melakukan penyuluhan kepada warga melalui siaran radio terkait penyakit demam berdarah dengue pada anak atau dengue haemoragic fever (DHF) yang dilakukan dokter spesialis anak dr Santi Faradilla.
Dalam kesempatan itu dr Santi menuturkan mekanisme penularan demam berdarah. Di antaranya mulai dari seorang yang di dalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penularan DBD. Virus ini berada dalam darah selama 4–7 hari.
"Bila penderita DBD digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terhisap masuk ke dalam lambung nyamuk dan selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar diberbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk di dalam kelenjar liurnya," ucap Santi, Selasa (5/2/2019).
Ia mengatakan diperkirakan 1 Minggu setelah menghisap darah penderita nyamuk tersebut siap menularkan kepada orang lain.
"Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya dan menjadi penular (infektif), beginilah mekanismenya," ucapnya.
--page
Ia menjelaskan DHF atau DBD pada umumnya menyerang anak-anak 15 tahun, tapi dalam dekade terakhir ini terlihat adanya kecenderungan proporsi pada dewasa. Biasanya nyamuk aedes aegypti betina mencari mangsa pada siang hari.
"Aktivitas menggigit biasanya mulai pagi sampai petang hari dengan 2 puncak aktifitas antara pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB ini perlu diperhatikan," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)







