PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meskipun selama Januari 2019 nilai tukar petani (NTP) pada lima subsektor pertanian mengalami penurunan namun indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan.

Dari keseluruhan subsektor, indeks harga yang diterima petani cukup tinggi (124,70 persen), namun belum mampu mengimbangi lebih tingginya indeks harga yang dibayar petani (131,76 persen). 

"Hal ini juga dipengaruhi oleh cukup tingginya indeks harga kebutuhan konsumsi rumah tangga petani 134,82 persen dan biaya produksi 121,54 persen," ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng Yomin Tofri, Rabu (6/2/2019).

Secara umum, kenaikan indeks harga yang diterima petani dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga yang diterima pada subsektor perikanan(1,23 poin), tanaman perkebunan rakyat (0,92 poin), peternakan (0,77 poin), dan tanaman pangan (0,42 poin).

Di sisi lain, juga terjadi kenaikan indeks harga yang dibayar petani pada seluruh subsektor, yakni tanaman perkebunan rakyat (1,13 poin), hortikultura (1,08 poin), peternakan (0,95 poin), tanaman pangan (0,93 poin), dan perikanan (0,77 poin). (GAZALI/B-5)