SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Riyanto, pria yang ditemukan tewas di dalam parit perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Teguh Sempurna, Divisi 1 Pemantang Estate, Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga tersentrum.

"Dari hasil penyelidikan sementara ini, korban diduga tewas akibat tersetrum listrik alat setrum ikan yang digunakannya. Tapi ini masih dugaan sementara. Masih diselidiki lebih lanjut," ucap Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Ratno mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Rabu (6/2/2019).

Jasad korban ditemukan di dalam parit selebar 4 meter dengan kedalaman air sekitar 50 cm, Selasa (5/2/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. Posisi korban saat itu tertelungkup di dalam air. Dia mengenakan baju kaos oblong tanpa lengan warna biru, celana warna hitam dan sendal jepit.

Kejadian itu dilaporkan ke aparat kepolisian sekitar pukul 23.30 WIB. Aparat langsung menuju lokasi kejadian untuk olah TKP dan memeriksa keterangan para saksi. Sejauh ini sudah ada dua orang saksi yang dimintai keterangan nya.

"Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap. Dipunggungnya juga ada alat setrum ikan. Kabel alat setrum itu melilit bagian tubuh korban. Jasadnya sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum guna proses penyelidikan," tukas Kapolsek Mentaya Hulu. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)