BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, HM Jhon Krisli mengatakan taruhan sebagai pejabat sangat rawan terjerat kasus hukum. Dia melihat itu setelah duduk tiga periode di DPRD Kotim.
"Banyak asam garam selama tiga periode ini yang sudah saya lalui," kata dia, Rabu (6/2/2019).
Pernyataan Jhon ini sangat beralasan. Apalagi dengan kondisi sekarang upaya penegakan hukum sudah sangat masif dilakukan.
Jadi pejabat jangan hanya dilihat enaknya, tapi juga risiko dan beban tanggungjawab yang diembanya.
Dia mencontohkan, apabila sebagai pejabat salah dalam mengambil kebijakan dan keputusan, namun dalam perjalanannya program itu ternyata menimbulkan masalah hukum.
--page
"Maka yang bertanggungjawab itu adalah pejabat yang memberikan keputusan," kata dia.
Bisa dikatakan pejabat di tingkat eksekutif dan legislatif kaki satunya sudah di penjara. Dan jika salah dalam bertindak, maka penjara menjadi konsekuensinya.
"Meski kita ini tidak menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi, tetapi karena keputusan sebagai pejabat menimbulkan adanya kerugian negara bahkan menguntungkan orang lain, bisa juga terjerat," tandasnya.
Jhon menambahkan, pihaknya saat ini selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan hingga kebijakan. Apalagi yang bersinggungan dengan anggaran.(NACO/B-11)








