SAMPIT –

BOREONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sarjono menilai, upaya pemerintah daerah menciptakan kearifan lokal di daerah setempat belum terlihat digarap secara serius.

Apalagi jika dibanding dengan daerah lain Kotim dinilai masih jauh ketinggalan. "Silakan dilihat di kantor SOPD saja masih sebagian yang mau pakai lawung atau sejenisnya," kata dia, Kamis (7/2/2019).

Sementara di daerah lain bisa dilihat perbedaannya, penggunaan atribut lokalnya sangat patuh. Mulai dari petugas hotel, rumah makan hingga di layanan pemerintahan.

"Jauh kita ketinggalan, makanya saya katakan belum kelihatan kita mendorong agar kearifan lokal itu bisa kita tonjolkan," tukasnya.

Padahal kata Sarjono, itu sangat mudah dilakukan apalagi jika itu yang mendorongnya dari pemerintah daerah sendiri. Baik itu kepada ASN hingga pelayanan publik di Bumi Habaring Hurung ini.

"Jangan hanya saat hari-hari tertentu saja. Namun tiap saat agar orang yang datang kenal dengan budaya kita," tukas Politisi Golkar itu.

--page

Apalagi seperti di Bali atau Jawa bisa jadi contoh. "Kita datang ke Bali atau Jawa itu masuk hotel karyawannya pakai baju adat nah seperti itu di Kotim," pungkasnya. (NACO/B-5)