BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Madrasah Aliyah Thalabul Irsyad Kapuas di Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak, tetap melakukan persiapan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019 dengan menggelar simulasi.
Padahal, sarana Madrasah Aliyah Thalabul Irsyad terbilang minim. Seperti belum memiliki laboratorium komputer, sehingga simulasi UNBK maupun UAMBN-BK masih digelar seadanya. Dan peserta didik yang mengerjakan soal duduk lesehan di lantai.
Adapun peserta yang mengikuti simulasi dari MA Thalabul Irsyad 42 orang dan dari MA Sabilal Muhtadin 24 orang. Simulasi tersebut dibagi 3 sesi per harinya, dengan 22 orang siswa per sesi.
"Kita baru bisa ikut simulasi yang tahap ke dua ini. Sebab, ini permasalahan sarana prasarana kita dalam mengikuti UNBK dan UAMBN-BK sama sekali belum memadai," kata Pendiri Yayasan Pesantren Thalabul Irsyad, Jumat (8/2/2019).
Lebih lanjut, dia menuturkan untuk biaya server saja masih terdapat kendala dalam pembayaran, ditambah ruangan memakai ruangan guru, meja, dan kursi masih belum ada.
--page
"Sehingga lesehan saja simulasinya dan untuk komputer memakai laptop yang dipinjam dari guru. Dan siswa sehingga berjumlah 22 buah untuk dipakai 66 peserta," ucapnya.
Dirinya berharap nantinya bisa ada bantuan dari pemerintah agar membantu pelaksanaan UNBK dan UAMBN-BK agar berjalan lancar. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)







