SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kerusakan jalan di kawasan pemukiman warga di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur berpotensi menimbulkan gesekan antarwarga. 

Salah satunya di Jalan Cristopel Mihing Utara, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim. Jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh angkutan besar sejenis truk. Sementara jalan alternatif menuju permukiman warga itu diportal.

"Ini jelas bisa menimbulkan masalah baru," kata Zais ketua RT 14 Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Jumat (8/2/2019)

Karena kata dia, Jalan Cristopel Mihing Utara tidak bisa dilalui. Sementara gang lainnya yang bisa dijadikan jalur alternatif masuk ke dalam hampir semua diportal.

Menurutnya, dengan diportalnya jalan itu membuat konflik warga. Di satu sisi warga lainnya ingin menggunakan jalur alternatif itu untuk mengangkut material bangunan dan lain sebagainya di dalam permukiman warga.

--page

"Sementara jika mengandalkan jalan poros Cristopel Mihing tidak bisa dilalui karena rusak parah. Jangankan truk, motor saja banyak terjebak," katanya.

Akhirnya akibat itu, antarwarga saling tegang karena tidak ada titik temu. Di sisi lain jalur utama rusak parah di sisi lain jalan alternatif kendaraan yang melintas dibatasi.

"Alasan warga memortal jalan alternatif seperti gang itu agar tidak dilalui kendaraan besar yang cepat merusak jalan. Tapi banyak warga yang dikorbankan," pungkasnya. (NACO/B-2)