BORNEONEWS, Nanga Bulik- Membahas tentang kuliner, setiap daerah tentu memiliki makanan khasnya masing-masing. Seperti halnya di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Di Tapin Bini yang merupakan ibu kota Kecamatan Lamandau, ada makanan khas bernama ompik. Makanan yang belum tentu ada di daerah lainnya.
Nah, Apa itu Ompik?
Bagi masyarakat Tapin Bini, ompik tak hanya sekadar makanan biasa. Karena ompik merupakan makan khas legendaris yang keberadaannya hanya dapat ditemui di waktu-waktu tertentu. Misalnya di saat ada acara memperingati hari besar atau ketika masyarakat setempat mengadakan ritual adat Maluai.
Maluai merupakan ritual adat khas Dayak Tomun, khususnya di Tapin Bini. Semacam acara sedekah bumi atau syukuran panen raya. Seperti halnya yang dilakukan masyarakat Tapin Bini pada Kamis (7/2/2019).
Seperti diungkapkan panitia ritual adat Maluai, Edmond Lambey Mambat, ompik merupakan makanan tradisional khas Dayak Tomun dengan bahan dasar beras ketan.
--page
Jika melihat jenisnya, ompik memiliki karakteristik sejenis oatmeal quacker. Karenanya, tidak berlebihan jika ompik sendiri dapat disebut sebagai oatmeal quacker-nya Tapin Bini. Teksturnya kenyal dengan rasa yang bisa dikombinasikan.
"Ompik akan menjadi makanan berselera juara jika olahannya dicampur dengan parutan kelapa serta gula merah (gula Jawa) yang diaduk hingga merata," ujar Edmond.
Selain termasuk makanan khas yang langka, ternyata untuk mendapatkan ompik yang lezat si pembuat harus melewati beberapa tahapan pengolahan cukup unik. Diawali dengan pemilihan bahan dasar padi ketan pilihan.
Setelah padi pilihan siap diolah, selanjutnya padi disangrai hingga matang, kemudian ditumbuk menggunakan alat tradisional sampai bahan tersebut berubah bentuk menyerupai oatmeal quacker.
Untuk menambah kelezatan, ompik juga dapat diberi aneka resep seperti halnya santan atau aneka bumbu masak sesuai selera yang diinginkan. Penasaran? Silahkan datang ke Tapin Bini. (HENDI NURFALAH/B-3)








