BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menilai, menjadi ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tidaklah mudah. Karena ada anggaran dari pemerintah yang harus dikelola dan digunakan sesuai aturan, jangan sampai ada nafsu sehingga disalahgunakan.
"Jadi ketua KONI itu tidak mudah, karena harus benar-benar bisa mengelola anggaran dengan baik yang diberikan pemkab, hingga menjadikan olaharga lebih maju," ujar Supian, saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kotim, Sabtu (9/2/2019).
Jangan sampai ketua KONI Kotim yang baru malah terangkut hukum akibat penyalahgunaan anggaran nantinya. Selain itu juga harus berhati-hati dalam mengeluarkan tanda tangan. Karena bisa saja akibat ketidaktahuan malah menanggung akibatnya.
"Jangan sampai karena salah tandatangan malah tersangkut hukum. Sehinhga harus teliti dan benar-benar menjalankan apa yang harus dilakukan sebagai ketua KONI," ungkap Bupati.
Selain itu, dirinya juga meminta kepada ketua yang baru agar bisa meningkatkan olahraga di Kotim ini. Yang mana harus berprestasi dibandingkan kepengurusan sebelumnya.
--page
Bahkan diharapkan pada Porprov 2022 nantinya, Kotim bisa jadi juara umum.
"Pengurus KONI harus bisa meningkatkan prestasi olahraga di daerah ini. Dan harapan saya serta warga Kotim, bisa meraih juara umum pada Porprov 2022," tandas Bupati. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








