BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kepala SMKN 1 Belantikan Raya Moch Bachrltiar Rifa'i, menepis tudingan dirinya indisipliner selama menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah.
Tak hanya itu, Bachtiar juga mengaku baru tahu bahwa ada pihak yang mengusulkan posisi dirinya sebagai kepala sekolah diganti, bahkan menilai tudingan indisipliner yang dialamatkan kepadanya karena ada yang pihak yang sentimen.
"Masak sih? Saya tidak tahu (tentang adanya uslulan agar jabatan kepsek SMKN 1 Belantikan Raya diganti), saya baru tahu sekarang malah," kata Bahtiar, Sabtu (9/2/2019) sore.
Bachtiar justu menganggap bahwa tudingan indisipliner yang dialamatkan kepadanya tidak berdasar dan hanya datang dari pihak yang sentimen, bukan atas dasar penilaian kinerjanya.
Meskipun begitu Bachtiar tidak mengatakan siapa pihak yang disebutnya sentimen itu.
--page
"Bagi saya, yang berhak mengevaluasi itu kan (pemerintah) provinsi. Itu sentimen. Mungkin melihat saya jarang hadir. Padahal jarang hadir saya semua ada alibinya. Karena memang urusan dinas," jelas dia.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto memastikan bahwa Pemkab Lamandau telah meneruskan surat keluhan dan permohonan evaluasi hingga pergantian Kepala SMKN 1 Belantikan Raya kepada Pemprov Kalteng, dengan dasar adanya dugaan indisipliner yang disampaikan pihak sekolah termasuk komite sekolah dan orangtua siswa.
“Usulan tersebut datang dari pihak sekolah SMKN 1 Belantikan Raya yang di antaranya adalah dari atasan nama Dewan Guru, Komite Sekolah dan orangtua siswa. Intinya meminta agar yang bersangkutan dengan inisial MBR, diganti,” ujarnya.
Riko menjelaskan, permintaan pihak sekolah itu dirinci dengan beberapa pertimbangan, di antaranya disebutkan bahwa yang bersangkutan jarang masuk kerja bahkan disebut hanya puluhan hari saja selama setahun terakhir, kemudian penggunaan dana BOS yang dinilai tidak transparan, kemudian kebijakan yang dianggap menyalahi aturan.
Alasan lainnya juga, kata Riko, tidak jelasnya beasiswa peserta didik, berkurangnya tingkat percayaan orangtua siswa terhadap keadaan sekolah, dinilai tidak peduli dengan kondisi sekolah dan siswa siswi, Dapodik yang sering terlambat sinkronisasi dan berkurangnya minat orangtua untuk menyekolahkan anaknya di SMKN 1 Belantikan Raya.
--page
“Beberapa poin pertimbangan itu tertera di surat yang sudah kami kirimkan ke Pemprov,” ujarnya. (HENDI NURFALAH/B-5)








