BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang terjadi di Desa Sungai Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat kediaman 115 kepala keluarga diganangi air. Hal itupun membuat 15 orang warga sekitar mengalami sakit.
"Ada 15 orang warga yang sakit, setelah rumah mereka mengalami kebanjiran," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Minggu (10/2/2019).
Sakit yang dialami ke-15 warga tersebut diantaranya adalah struke, dermatitis, ISPA, gastritis, dan hipertensi. Merekapun langsunh diberikan perawatan oleh tim kesehatan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, yakni Puskesmas Pundu. Hal itu dilakukan agar warga yang sakit bisa segara disembuhkan atau membaik.
"Kami sudah ke lokasi banjir, dan yang sakit kami evakuasi ke Puskesmas untuk segera ditangani," ungkap Yusup.
Sementara dengan adanya banjir tersebut, pihaknyapun juga membagikan sejum kebutuhan makanan. Yang mana berasal dari sumbangan perusahaan di sekitar wilayah kecamatan tersebut.
--page
Makanan yang dibantukan untuk para korban banjir tersebut diantaranya adalah beras 400 kg, makanan cepat saji 160 kaleng, minyak goreng 80 liter, gula pasir 80 kg, kopi 50 bungkus, dab teh 30 bungkus. Yang mana semuanya diserahkan kepada Kepala Desa Sungai Ubar Mandiri.
Sementara banjir terjadi sejak Jumat (8/2/2019). Banjir sendiri tingginya mencapai 1 hingga 1,5 meter dari permukaan. Namun saat ini banjir sudsh mulai surut. Dan warga berharap tidak ada lagi hujan, agar banjir bisa segera bisa berakhir. (MUHAMMAD HAMIM/m)








