BORNEONEWS, Sampit - Para calon anggota legislatif yang akan bertarung di daerah pedalaman di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur harus mengeluarkan dana yang besar dibandingkan caleg dalam kota itu untuk operasional.
Itu ditegaskan oleh salah satu Caleg, Sarjono. Mereka kata dia menghabiskan anggaran tidak sedikit hanya untuk urusan tranposrtasi. Hal itu untuk menjangkau daerah yang tidak bisa dilalui dengan jalur darat serta akses darat yang rusak parah.
Daerah pedalaman itu berada di daerah pemilihan 5 yang meliputi Kecamatan Parenggean, Bukit Santuai, Tualan Hulu, Telaga Antang, Antang Kalang dan Mentaya Hulu.
Bahkan kata Anggota DPRD Kotim itu untuk menjangkau konstituennya di daerah paling ujung yakni Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang selain menguras tenaga dan waktu juga memerlukan biaya besar.
"Sekali sewa transportasi jalur sungai tidak kurang dari Rp4 juta. Bayangkan dana sebesar itu untuk sekali ke sana, makanya kalau caleg di dapil itu harus siap fisik, waktu, hingga finansial," kata dia, Senin (11/2/2019).
--page
Menurutnya perjuangan untuk bersosialisasi kepada warga di dapil itu bukan perkara mudah, faktor geografis alam akan menjadi sebuah kendala besar apalagi tidak terbiasa dengan kondisi jalan dan infrastruktur yang rusak parah.
Bahkan mobil yang digunakan juga harus mampu menembus medan berlumpur dan banjir, banyak rintangan dan hambatan jika bersosialisasi di dapil hulu itu.
"Kalau naik ke sana bawa mobil rendah tidak bakalan tembus apalagi musim hujan seperti ini, datang ke sana tidak cukup sehari. Apalagi komunikasi juga sulit karena tidak ada sinyal," tandasnya. (NACO/B-6)








