BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) memperkirakan, produksi minyak sawit mentah (CPO) pada Januari tahun ini hanya mencapai 3,60 juta ton, lebih rendah dari proyeksi produksi CPO Desember 2018 sebesar 3,90 juta ton.
"Penurunan produksi CPO juga akan terjadi pada Februari 2019, masa panen tanaman kelapa sawit bakal dimulai pada kuartal kedua dan mencapai puncak panen pada kisaran kuartal ketiga setiap tahunnya," kata Ketua Umum DMSI, Derom Bangun, di Jakarta, Rabu (13/2).
Masa puncak panen tanaman kelapa sawit secara historis memang baru terjadi pada kuartal ketiga setiap tahunnya.
"Produksi CPO Januari 2019 kami perkirakan mencapai 3,60 juta ton, ekspor sebanyak 3 juta ton dan penggunaan dalam negeri sekitar 1,20 juta ton. Dengan begitu, stok tinggal 3 juta ton dan produksi masih akan turun lagi pada Februari, tapi belum tahu bakal berapa banyak," papar Derom.
Penurunan produksi tersebut, lanjut Derom, akan berdampak terhadap pergerakan harga CPO di pasar global. Meski permintaan tidak naik, tapi karena produksi menurun maka stok juga menurun, dampaknya harga akan naik.
--page
"Harga secara perlahan akan naik sampai awal kuartal II-2019, sekitar April. Tapi, kemudian akan turun atau bertahan karena memasuki periode produksi meningkat," ujarnya. )NEDELYA RAMADHANI/m)








