SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, HM Jhon Krisli  meninlai APBD Kotim banyak menguap di tahun ini.  Anggaran yang sampai unuk objek pembangunan kurang dari 50 persen.

"Selebihnya banyak hilang karena diduga ada permainan di balik proyek tersebut," kata Jhon Krisli, Rabu (13/2/2019).

Jhon memaparkan hasil temuannya yakni kebocoran anggaran itu karena banyak yang kecipratan duit proyek. Alhasil kualitasnya asal-asalan. 

Kebocoran itu sejak proyek sukses dan masuk dalam dokumen APBD Kotim. Hingga masuk dalam tahap pelelangan, sudah dimulai dengan permainan uang. 

”Ada kongkalingkong antara pejabat pemberi pekerjaan dengan rekanan," kata Ketua DPRD Kotim.

--page

Dia mengungkapkan, kebocoran itu di luar pajak 12 persen. Terjadi di fee proyek sekitar 10 - 12 persen, untung kontraktor 10 - 20 persen . Bahkan  panitia lelang disebutkan biasanya ikut bermain.

"Yang kami dapatkan (info), sekitar setengah hingga satu persen dari nilai proyek harus setor ke panitia supaya bisa menang dan tidak ribut," kata dia.

Sehingga anggaran itu, tersisa 50 persen untuk pekerjaan, "Jangan heran kualitas proyek asal-asalan, termasuk proyek multiyears yang nilainya ratusan miliar rupiah," tutupnya. (NACO/B-11)