BORNEONEWS, Muara Teweh - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Setia Budi mengatakan, pemkab sudah membangun tiga mesin pengering jagung vertikal kompayer.
Ketiga unit itu siap dioperasikan untuk beberapa desa. Dengan rincian yakni Desa Mampuak I dan Mampuak II ada satu unit, Desa Batu Raya I dan Batu Raya II ada satu unit, dan di Desa Liju ada satu unit.
“Kapasitas produksi mesin enam ton per dua jam, dengan rasio penurunan kadar air 2 - 3 persen per jam,” kata Setia Budi, Jumat (15/2/2019).
Dengan rasio itu, produksi jagung Hibrida pipil di Barito Utara mencapai 146 ribu ton dan harga jual tingkat petani sekitar Rp 3.800 - 4.200/kg.
Sedangkan, apabila dilakukan pengeringan sesuai standar, maka harga jagung petani meningkat menjadi Rp 5.000/kg, dengan 14 - 15 persen tingkat kekeringan.
--page
Kabupaten Barito Utara saat ini merupakan sentra perkebunan jagung di Provinsi Kalimantan Tengah. (RAMADHANI/B-11)








