SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD  Kotawaringin Timur  H Supriadi  menyatakan, saat ini sudah dimulai  pembahasan sebagai langkah awal menentukan program pembangunan tahun anggaran 2022. 

Menurut Supriadi, rencana pembangunan 2020 harus mengacu dan disesuaikan dengan program pembangunan tahun sebelumnya, sehingga jika ada program lanjutan dapat diteruskan pada tahun anggaran berikutnya.

"Intinya mengutamakan pembangunan yang sifatnya mendesak," kata politisi Partai Golkar itu, Sabtu (16/2/2019)

Lebih lanjut Supriadi mengatakan, penyusunan program pembangunan juga harus melalui perencanaan yang matang agar tidak bertentangan dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, perencanaan ini ditekankan untuk mengurangi munculnya program siluman yang tidak melalui mekanisme pembahasan melalui lembaga eksekutif dan legislatif.

--page

Polanya, kata Supriadi, yakni bahan-bahan program pembangunan akan dikumpulkan berdasarkan hasil reses anggota DPRD dan hasil musyawarah rencana pembangunan daerah (Musrenbang) yang digelar di seluruh wilayah kecamatan beberapa waktu lalu. 

Hasil reses DPRD dan Musrenbang merupakan usulan rencana pembangunan yang disampaikan masyarakat yang perlu direalisasi

Melalui rapat kerja gabungan tersebut antara hasil reses dan Musrenbang disinkronkan agar tidak terjadi tumpang tindih program.

"Tidak semua usulan yang disampaikan masyarakat dapat disetujui. Terutama untuk usulan pembangunan infrastruktur jalan yang lokasinya masuk dalam kawasan hutan produksi," pungkasnya. (NACO/B-5)