BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Taufiq Mukri mengakui, minat masyarakat di daerah ini untuk berpartisipasi menentukan pilihannya pada pemilihan umum (Pemilu) pada April 2019 mendatang rendah.
"Dari pantauan hingga saat ini, minat masyarakat untuk terlibat dalam Pemilu 2019 cukup rendah," ujar Taufiq, Senin (18/2/2019).
Hal itupun menjadi kendala utama yang harus dihadapi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga pemerintah daerah ini agar menumbuhkan rasa peduli menentukan pilihan terhadap presiden, DPD RI, dan juga legislatif nantinya.
"Apa yang terjadi ini merupakan pekerjaan rumah kami, agar pada Pemilu 2019 mendatang, partisipasi pemilih bisa lebih meningkat," kata Taufiq.
Selain itu, kendala yang dihadapi untuk meningkatkan partisipasi pemilih adalah diwajibkannya masyarakat menggunakan KTP-el untuk ikut memilih calon pemimpin.
--page
"KTP-e juga menjadi kendala, karena masih ada warga yang belum memiliki. Sehingga mereka tidak bisa menentukan pilihannya," terang Taufiq.
Selain itu, dirinya juga meminta kepada perusahaan besar swasta (PBS) agar mengerahkan pekerja mereka untuk berpartisipasi dalam Pemilu. Jika ada yang belum masuk ke DPT, maka segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti.
Sementara itu, di Kotim sendiri pada Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah dan juga Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), beberapa waktu lalu, partisipasi pemilihnya hanya sekitar 50% saja. Sehingga hal itulah yang menjadi acuan mereka, untuk meningkatkan dan mencapai target 90% pemilih pada Pemilu 2019 mendatang. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








