SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga berimbas pada penambahan personel pengamanan dari kepolisian hingga saat ini mencapai 558 personel. 

"Karena jumlah TPS bertambah sebanyak 20 tempat, maka personel pengamanan juga kami tambah menjadi 558 personel," ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Romel melalui Kabag Ops AKP Boni Arifianto saat rapat tim Pemantau Pelaporan dan Evaluasi Pemilihan Umum 2019, Senin (18/2/2019). 

Personel yang diterjunkan tersebut yakni 326 orang anggota Polres Kotim, ditambah dari Polda Kalteng 172 orang, dan 60 personel dari Brimob. Bahkan jika nantinya memungkinkan, akan ditambah lagi sejumlah personel dari Brimob. Namun hal itu akan dilakukan, jika personel yang tugas di luar daerah sudah kembali ke Sampit. 

"Jadi nantinya setiap TPS satu orang polisi, ditambah bantuan dari Satpol PP dan juga pengaamanan di sejumlah desa atau kecamatan," kata Boni. 

Dirinya mengatakan, untuk saat ini tidak ada TPS yang sangat rawan terjadi gesekan. Namun pihaknya sudah memetakan bahwa ada 22 TPS yang rawan gangguan. Setiap TPS tersebut akan ditugaskan dua orang anggota polisi untuk pengamanan.

--page

"TPS sangat rawan tidak ada, kalau rawan ada saja, namun mereka akan terus pantau guna mengantisipasi terjadi hal tidak diinginkan," ungkap Boni. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)