BORNEONEWS, Tamiang Layang- Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur Markati menyesalkan adanya keluhan masyarakat perihal gal elpiji 3 kilogram langka. Sehingga untuk mendapatkannya harus dengan antre panjang.
"Laporan masyarakat ini tidak hanya sekali, namun berkali-kali. Ada pula sudah antre panjang di agen-agen besar juga tidak dapat gas elpiji 3 kilogram tersebut," ujar Markati, Senin (18/2/2019).
Menanggapi hal itu, Markati meminta Pemkab Barito Timur mengambil langkah konkret seperti berkoordinasi dengan Pertamina atau dinas terkait untuk melakukan pengecekan di lapangan.
"Untuk dinas terkait bisa mengecek kelapangan mengetahui keadaan yang sebenarnya sehingga gas elpiji 3 kilogram susah didapat," katanya.
Lanjut Markati, permasalahan ini merupuakan persoalan lama yang terus terulang. Karena itulah perlu langkah konkret untuk mengatasinya supaya jangan sampai terulang kembali.
--page
Ia menduga, sulitnya mendapatkan elpiji 3 kg disebabkan beberapa kemungkinan. Seperti adanya penimbunan atau ada yang sengaja memanfaatkannya untuk berbisnis.
Ia mengaku prihatin dengan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kg. Sebab, gas untuk masyarakat miskin itu sudah menjadi kebutuhan pokok setelah penerapan program konversi minyak tanah ke elpiji.
"Kebutuhan masyarakat ini diharapkan bisa terpenuhi. Jangan sampai kesulitan mencari gas terus berkepanjangan," pungkasnya. (Prasojo EKO/B-3)








