MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Warga Desa Trinsing digegerkan dengan penemuan tulang berulang manusia di rawa sektar persawahan yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari Desa Trinsing, Senin (18/2/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah diidentifikasi pihak Polsek Bukit Sawit, ternyata tulang berulang tersebut milik warga Desa Trinsing yang hilang sejak 21 Desember 2018 atau 57 hari lalu .

Tengkorak tersebut diduga kuat jasad Hatrani alias Ganto bin Tarip (78) yang pada waktu hilang menggunakan baju berwarna kuning dan celana training abu-abu.

“Tengkorak yang ditemukan dapat dikenali, karena masing menggunakan baju dan celana lengkap. Korban diketahui merupakan warga Trinsing yang hilang sekitar satu bulan lebih," kata Kapolsek Bukit Sawit, Ipda Daryono, Senin (18/2/2019).

"Dari selebaran yang dibuat warga dan informasi yang dilaporkan sebelumnya, korban  menggunakan celana training abu-abu dan baju kuning. Sama persis dengan tengkorak yang ditemukan,” imbuh Daryono.

--page

Tulang berulang tersebut, ditemukan di rawa yang berair dan di tengah rerumputan. Polisi bersama warga pun mengevakuasi tengkorak korban.

Setelah dievakuasi, tulang berulang korban dan baju serta celana milik di bawa kerumah duka di Desa Trinsing. (RAMADHANI/B-11)