BORNEONEWS, Sampit - Sekitar 30% desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum teraliri listrik. Kondisi tersebut rata-rata berada di daerah pedalaman yang memiliki kawasan sulit dijangkau.
"Ada 30% yang belum teraliri listrik, selain geografis dan juga infrastruktur, melintasi lahan sawit juga jadi kendala," kata Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP Sampit, Adman, Senin (18/2/2019).
Dia meneranngkan, dari 168 desa di 17 kecamatan di Kotim, hanya sekitar 70% yang sudah tersambung aliran listrik. Sedangkan sisanya masih dalam proses lanjutan dan diupayakan.
"Mudah-mudahan nantinya pekerjaan rumah tersebut dapat kami tuntaskan dalam waktu dekat," kata Adman.
Dia menerangkan, membangun jaringan listrik ke daerah yang belum teraliri saat ini cukup sulit. Apalagi berada di seberang sungai dan tempatnya melintasi jalan perkebunan kelapa sawit.
--page
"Kalau melintas di jalan perusahaan, maka kami harus berkoordinasi lebih dulu. Agar bisa dibangun tiang aliran listrik di kebun perusahaan," tegas Adman. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








