BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Taufik Mukri meminta kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, Polri, TNI, dan tokoh masyarakat terus mewaspadai adanya gerakan menggagalkan pemilihan umum (Pemilu) 2019.
"Saat ini kita semua harus mewaspadai akan adanya gerakan menggagalkan Pemilu, meski di darah ini belum terjadi," ujar Taufiq, Selasa (19/2/2019).
Hal itu harus diwaspadai, apalagi di luar daerah sudah ada terjadi upaya dari oknum yang membuat situasi kamtibmas tidak nyaman.
Seperti pada saat debat calon presiden di Jakarta beberapa waktu lalu. Ada saja oknum yang berupaya merusak suasana dengan adanya ledakan.
"Itulah yang harus kita waspada bersama, tidak hanya peran instansi terkait dan aparat saja. Namun seluruh masyarakat juga harus ditingkatkan," katanya.
--page
Dengan adanya kejadian itu, maka aparat serta Satpol PP daerah ini harus terus melakukan pemantauan di tempat rawan seperti penyimpanan logistik, kantor KPU, dan juga Bawaslu. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tempat tersebut.
Sementara itu Kabag Ops Polres Kotim AKP Boni Arifianto mengatakan saat ini polisi terus mempersiapkan pasukan untuk melakukan pengamanan pemilu 2019. Bahkan disetiap kantot atau tempat yang berkaitan dengan pemilihan dijaga ketat.
"Di Tenis Indor Stadion 29 November Sampit, tempat penyimpanan logistik Pemilu dijaga lima personel. Begitu juga dengan KPU dan Bawaslu," katanya.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya agar pelaksanaan pemilu 2019 berjalan damai dan tidak ada gangguan yang terjadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








