BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Abdul Kadir mendesak pemerintah daerah memberikan solusi bagi petani tradisional, dengan membantu mereka untuk land clearing atau pembersihan lahan.
"Karena sampai kini petani kita masih membuka lahan dengan berladang dengan sistem berpindah dan membakar. Pemerintah harus membantu dan hadir untuk menyikapi persoalan itu," kata Kadir, Jumat (22/2/2019)
Menurut dia pemerintah harus hadir memberikan solusi. Belakangan ini banyak warga sudah berhenti menjadi petani padi karena mereka tidak paham cara membuka lahan selain dengan sistem bakar.
"Nah di saat seperti ini bagaimana caranya agar petani tidak lagi membuka ladang dengan sistem bakar tetapi harus diedukasi dengan cara lain,” tukasnya.
Menurut Kadir, tradisi ladang berpindah itu memang harus diubah ke cara bercocok tanam yang modern. Namun lanjutnya, petani banyak belum paham dalam pengelolaanya.
--page
Akibat dari itu, selain ekonomi juga sulit petani juga dibebani dengan kesulitan bercocok tanam. Dari itu pemerintah harus membantu melalui program land clearing. Atau pemerintah desa masing-masing memanfaatkan dana desa untuk bisa membantu hal tersebut.
"Sehingga masyarakat bisa kembali bertanam padi dengan baik untuk sumber penghidupannya sehari-hari,”pungkas Politisi Partai Golkar ini.(NACO/B-5)








