JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Margin PT Sampoerna Agro Tbk. berpotensi meningkat seiring dengan kenaikan harga minyak sawit mentah pada awal tahun ini.

"Pada kuartal IV/2018, harga CPO sekitar Rp6.000 per kilogram dan awal tahun harga sudah naik sekitar 20% menjadi Rp7.100 per kilogram," kata Head of Investor Relations Sampoerna Agro, Michael Kesuma, dalam keterangan tertulisnya akhir pekan ini.

Menurut Michael, tahun lalu volume produksi tinggi sehingga harga jatuh, kami memutuskan untuk mengeluarkan produksi pada kuartal I/2019 dan surprise harga sudah menjadi Rp7.100 per kilogram," imbuhnya.

Pada 2018, proyeksi produksi CPO perusahaan dengan kode emiten SGRO ini berada pada kisaran 15% hingga 20% dan berhasil menembus pertumbuhan hingga 20% year on year. Sebagai gambaran, pada 2017, produksi CPO SGRO sebanyak 323.000 ton. 

Bila dihitung, pertumbuhan CPO perseroan hingga 20%, maka asumsi realisasi produksi bisa mencapai 388.000 ton. 

--page

Pada 2019, SGRO memproyeksikan volume produksi bakal naik sekitar 5% hingga 10% atau menjadi 407.400 ton sampai dengan 426.800 ton. Untuk produksi pada tahun ini, sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca.

"Kalau tahun ini, tingkat pertumbuhan bakal lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri, karena profil perkebunan berada di posisi yang baik. Kami juga melakukan intensifikasi," papar Michael. (NEdelya RAMADHANI/m)