PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peristiwa kriminal mendapat perhatian tertinggi pembaca Borneonews.co.id, dalam sepekan (18-24 Februari 2019) lalu. Kedua peristiwa terjadi di Kabupaten Gunung Mas, dan satu lagi terjadi di Palangka Raya.

Selain berita kriminal, berita bisnis berupa rencana pembangunan hotel bintang empat di Pangkalan Bun, dan protes terkait seleksi penerimaan calon penerimaan negeri sipil (CPNS) di Kuala Kapuas, juga diminati pembaça.

Inilah lima berita paling banyak mendapat perhatian pembaca Borneonews dalam sepekan terakhir:

--page

1. Seorang Pria di Gunung Mas Tewas Bersimbah Darah di Jalan

Pembunuhan di Gunung Mas
Pembunuhan di Gunung Mas

Seorang laki-laki bernama Irfan, 30, tewas bersimbah darah di tengah jalan setelah diduga berkelahi dengan pelaku bernama Lori. Korban tewas akibat ditebas dengan pisau. Terdapat luka parah di kepala. 

Peristiwa ini terjadi di jalan Kuala Kurun-Sepang tepatnya di Mantaha sekitar Desa Pilang Munduk, Kecamatan Kurun, Senin (18/2/2019) sekitar pukul 15.30 WIB.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang beserta sarungnya yang patah. Kemudian satu unit sepeda notor merek Honda CBR 150 R nomor polisi KH 2383 YA (milik tersangka).

--page

2. Polisi Tembak Pelaku Pembunuhan Sadis di Gunung Mas

Penangkapan pelau pembunuhan
Penangkapan pelau pembunuhan

Anggota Polsek Kurun menembak kaki tersangka pelaku pembunuhan sadis terhadap Hipran (35), di Jalan Lintas Mantaha, sekitar Desa Pilang Munduk, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Senin (18/2/2019).

Saat akan ditangkap, tersangka sempat memberikan perlawanan dengan menggunakan parang.

"Untuk melindungi anggota, tersangka terpaksa dilumpuhkan tepat di kakinya," kata Kapolsek Kurun Ipda Noviandhi WB mewakili Kapolres Gumas AKBP Yudi Yuliadin.

Tersangka Brory ditangkap pada Jumat (22/2/2019) pukul 04.00 WIB di pondok persembunyiannya di dalam hutan pinggir Sungai Mentaring, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas.

Sehari sebelumnya, tepatnya pada Kamis (21/2/2019) sekitar pukul 19.00 WIB, tim Buser Polres Gumas dan Polsek Kurun sudah mengintai tempat persembunyian pelaku.

Menurut pengakuan tersangka, motif pembunuhan karena kesal dan jengkel melihat kelakuan korban yang menantang tersangka untuk bermain biliar, dan duel sembari menunjukkan badik di pinggangnya.

--page

3. Peletakan Batu Pertama Hotel Bintang 4 di Pangkalan Bun Awal Maret 2019

Maket Hotel Mercure Pangkan Bun dan CBI Office Tower
Maket Hotel Mercure Pangkan Bun dan CBI Office Tower

Pembangunan hotel bintang empat di Pangkalan Bun akhirnya terlaksana. Setelah sempat berhembus kabar pada 2015, awal Maret 2019 ini akan berlangsung acara peletakan batu pertama hotel yang kelak akan bernama Hotel Mercure Pangkalan Bun ini. 

Bangunan hotel sembilan lantai akan terdiri dari 150 kamar, ball room, meeting room, dan sejumlah fasilitas hotel bintang empat lainnya. Adapun manajemen hotel akan ditangani oleh jaringan hotel internasional Accor Group.

Proyek pembangunan yang ditangani PT Pesona Citra Propertindo (anak perusahaan Citra Borneo Indah Group) sudah dimulai pembuatan pondasi tiang pancangnya sejak Desember 2018 di area eks Misbar, di simpang tiga Jalan Ahmad Yani dan Jalan Haji Udan Said, Pangkalan Bun.

"Proyek ini akan selesai 18 bulan sejak Desember 2018," kata Direktur Utama  PT Pesona Citra Propertindo (PCP) Oktoriko Paravansa kepada Borneonews, Rabu (20/2/2019).

Selain bangunan hotel yang terdiri dari sembilan lantai itu, di lokasi yang sama juga akan dibangun gedung perkantoran delapan lantai bernama CBI Office Tower. Satu lantai seluas 1.198 meter persegi akan disewakan untuk kepentingan komersial, sedangkan sisanya untuk perkantoran Citra Borneo Indah (CBI) Group.

Proyek pembangunan hotel dan perkantoran di atas lahan seluas 1,7 hektare ini merupakan tahap pertama. Sedangkan tahap kedua rencananya berupa pusat perbelanjaan.

--page

4. Karyawan Toko Emas Tipu Polwan Cantik

Tersangka pelaku penipuan
Tersangka pelaku penipuan

Karyawan toko emas di Palangka raya ini terbilang nekat. Ia menipu seorang polisi wanita bernama Yuliar. Bagaimana kisahnya?

Peristiwa bermula saat sang polwan, Yuliar, meminta Fauzan membuatkan gagang cincin baru bermatakan batu safir biru milik komandannya.  Fauzan yang bekerja di toko emas keluarga milik Badarudin di Komplek Pasar Besar, Palangka Raya, itu lalu menukar batu safir dengan batu lainnya yang dibuat sangat mirip.

Setelah selesai dan diteliti, ternyata batu safir yang diberikan Fauzan palsu. Batu itu dibuat hampir mirip dengan batu cincin asli. Ketahuan kalau  palsu setelah dua pekan cincin itu diambil pemiliknya.

Kisah ini terungkap saat Fauzan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Selasa (19/2/2019).

--page

5. Anak Selalu Ranking Pertama saat Tes, Orangtua Protes Hasil Seleksi CPNS Kapuas

Suwotjo
Suwotjo

Hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kapuas ternyata menyisakan perkara. Mardianty, seorang bidan yang sudah bekerja sebagai tenaga kontrak di Puskesmas Pulau Kupang sekitar lima tahun, ternyata tidak lolos seleksi, meski dalam berbagai tahapan tes ia selalu ranking pertama.

Protes dilayangkan oleh ayah sang bidan bernama Suwotjo. Menurut Warga Jalan Mahakam Kuala Kapuas inu seleksi pertama, anaknya sudah peringkat pertama dari 22 peserta

"Kemudian saat seleksi kedua (3 besar) juga peringkat pertama. Tapi malah anak saya tidak lolos. Sedangkan yang diterima peserta di peringkat ketiga," kata Suwotjo, Senin (18/2/2019) sore.

Adapun alasan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Kapuas adalah Puskesmas Pulau Kupang masuk kategori wilayah terpencil. Dan menurut Permenpan RB RI no 36 tahun 2018, jika putra/putri daerah setempat mendaftar formasi CPNS dan wilayah tersebut berkategori terpencil, maka akan diberikan nilai tambahan sebesar 10 pada seleksi kompetensi bidang.

"Dengan alasan itulah, peserta yang dapat peringkat ketiga yang merupakan warga desa setempat mendapatkan nilai tambahan 10. Jadi nilai awal 49 naik menjadi 59, sedangkan anak saya nilainya 57 turun menjadi peringkat kedua. Anak saya tinggal di Kuala Kapuas, jadi tidak dapat tambahan nilai," lanjutnya.

Lantaran merasa ada kejanggalan, dia akhirnya mencari data hingga ke jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng. Ia lalu mendapat data bahwa Puskesmas Pulau Kupang berkategori pedesaan dan bukan lagi terpencil. 

"Kalau begitu (bukan terpencil) kan dan harusnya tidak ada penambahan nilai untuk putri/putra daerah. Saya itu bukan tidak terima anak saya tidak lulus, tetapi saya hanya mempertanyakan dan mencari kebenaran. Kalau memang secara aturan anak saya tidak lulus, saya tidak masalah. Tetapi kan ini data berbeda dan janggal," ucap Suwotjo. (m)