PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ternyata, gesekan antarpemuda sudah terjadi sejak sepekan lalu. Itu diawali dari saling pandang mata yang kemudian memunculkan ketersinggungan satu pihak.

Puncaknya, terjadi pada Minggu (24/2/2019). Belasan pemuda dari dua kubu terlibat tawuran. Polisi yang sedang melaksanakan pengamanan car free day (CFD) sekaligus peringatan hari peduli sampah nasional (HPSN) langsung bergerak mengamankan situasi tersebut.

Saat kejadian, kegiatan tersebut sudah selesai. Para pemuda yang berjumlah 18 orang itu selanjutnya dibawa ke Polres Palangka Raya.

“Jadi menurut mereka, dua kelompok ini sudah ada gesekan pada pekan lalu. Awalnya saling pandang mata,” kata Kabag Ops Polres Palangka Raya AKP Mahmud.

Beruntung, tidak ada luka serius dalam insiden tersebut. Namun, Mahmud menyebut sempat khawatir karena ada salah satu di antaranya yakni berinisial R membawa senjata tajam. Untuk proses lebih lanjut, R akan menjalani pemeriksaan.

--page

“Menurut pengakuannya berusia 17 tahun. Tapi nanti akan kita buktikan dengan akte kelahiran,” tuturnya.

Kabag Ops menambahkan, yang diamankan pihaknya berjumlah 18 orang. Dari jumlah 18 orang itu, sembilan di antaranya putus sekolah. (BUDI YULIANTO/B-2)