SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Menjadi seorang kepala desa bukanlah hal yang mudah. Karena harus jadi panutan dan tentunya dapat mengemban amanah yang diberikan masyarakat untuk mensejahterakan mereka dan memajukan desa. 

"Jadi tanamkan di dalam diri bahwa kabatan kapala desa itu adalah amanah, sehingga harus bekerja dengan baik untuk kemajuan desa," ujar Bupati Kotim, Supian Hadi, Senin (25/2/2019). 

Kalau hal itu sudah ada di dalam diri, maka kepala desa akan berpikir benar-benar bagaimana untuk mensejahterakan warganya.

Sehingga janji apa saja yang sebelumnya disampaikan kepads masyarakat bisa dikerjakan dengan baik secara bertahap. 

"Terpilihnya menjadi kepala desa bukan berarti menjadi pemenang, namun setelah dilantik inilah dimulainya pertarungan," katanya. 

--page

Pertarungan yang harus dihadapi adalah pembuktian kepada masyarakat bahwa dirinya mampu memajukan desa, mensejahterakan waega, dan meningkatkan tarap ekonomi di desa tersebut. 

Sehingga setelah berakhirnya mssa jabatan nanti, maka akan terlihat siapa pemenangnya. Jika masyarakat merasa puas dengan kinerja selama enam tahun, maka itulah dia pemenangnya. 

"Jadi tulak ukur seorang kades adalah kinerja. Kalau sukses, maka akan dikenang masyarakat bahkan terpilih kembali nantinya. Kalau tidak memberikan dampak pada desa, maka masyarakat akan sangat kecewa," ungkapnya. 

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada seluruh kepala desa agar bisa menjalankan amanah yang diberikan masyarakat.

Buat program yang mengena, seperti infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, sehingga dampaknya sangat besar untuk kemajuan desa itu. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)