PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Mencari ikan menggunakan alat tradisional jenis hancau di Sungai Kahayan, persisnya kawasan pelabuhan Flamboyan bawah sudah biasa dilakukan Wati (33).

Rutinitas yang dilakukan setiap pagi dan sore itu demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga. “Kalau paling sedikit dapatnya itu 3 kilo gram. Kalau banyak bisa sampai 10 kilo gram,” ucap Wati, Senin (25/2/2019).

Ibu tiga anak ini menuturkan, setelah selesai beraktivitas, hasilnya dibawa ke pasar untuk dijual. Dalam satu kilo, ia menjual seharga Rp20 ribu.

Jika dalam satu hari hanya mendapatkan 3 kilogram, maka penghasilan yang ia dapat sebesar Rp60 ribu.

Meski demikian, Wati yang berakvitias bersama rekannya, Loli (34) pantang menyerah. Mereka tetap berjuang mengangkat, meletakan ke dalam sungai dan mengangkat lagi begitu seterusnya hingga mendapatkan ikan.

--page

Dalam penggunakan alat tersebut, mereka cukup meletakan ke dalam sungai tanpa menabur makanan. Sebab, arus sungai tempat ia mencari ikan dalam kondisi deras.

Menurut Wati, pendapatan hasil tangkap ikan itu tidak bisa dipastikan. “Karena kalau harinya hujan, sepi. Tapi kalau panas bisa ramai,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)