SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seluruh kepala desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta memanfaatkan dana desa untuk mengatasi permasalahan kemiskinan.

"Dana desa harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mengatasi permasalahan kemiskinan," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Senin (25/2/2019). 

Permintaan itu Bupati sampaikan dihadapan 48 kepala desa terpilih yang dilantik. Dengan harapan mereka menjadi orang pertama yang menjalankan program pengentasan kemiskinan di daerah ini. 

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan. Salah satunya dengan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dalam bidang pertanian serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sehingga akan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. 

"Program pemberdayaan masyarakat sangatlah penting. Karena dengan itu, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Supian.

--page

Saat ini, pemerintah Kotim sendiri terus berusaha menurunkan prosentasi warga miskin di daerah ini. Apalagi dari data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa prosentasi penduduk miskin di Kotim sebesar 6,24% atau 27.700 jiwa pada tahun 2017 lalu. Dan jumlah tersebut sudah mengalami penurunan jika dibandingkan pada 2016, yakni sebesar 6,32%. Sehingga mengalami penurunan yang mencapai 0,8%.

"Mudah-mudahan di tahun 2019 ini, angka kemiskinan di Kotim bisa lebih menurun lagi. Dan itu harus dilakukan oleh semua pihak pemangku kebijakan, termasuk kepala desa," ungkap Supian. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)