BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peran serta seluruh unsur stakeholder di daerah dalam penanggulangan bencana memiliki kapasitas yang sama penting agar peristiwa yang bersifat kebencanaan bisa ditangani dengan baik.
Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dicky Fabrian dalam rapat koordinasi Pembangunan Kapasitas Kelembagaan yang dilaksanakan di Hotel Kecubung, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjelaskan, penanggulangan bencana bukanlah tanggung jawab perorangan atau suatu instansi saja.
"Istilahnya adalah everyone's bisnis. Untuk itulah kita menggugah semua pihak di Kabupaten Kobar agar tidak hanya mengharapkan pemerintah daerah dan jajarannya yang bergerak bila terjadi suatu peristiwa yang dikategorikan suatu bencana," jelas Dicky kepada borneonews.co.id, Senin (25/2/2019).
Karena, lanjut Dicky, keterlibatan berbagai unsur, salah satunya adalah perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) juga bisa membantu penanganan bencana.
"Jadi bila setiap unsur, baik dari instansi pemerintah, relawan dan swasta bersama-sama dalam menangani periatiwa kebencanaan, penanganannya bisa dilakukan dengan cepat efisian dan lebih baik," jelas Dicky. (WAHYU KRIDA/B-2)








