BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pertanian Kapuas mendapati banyak ditemukan kucing mati dalam dua bulan terakhir, karena terserang penyakit calicivirus.
Kasi Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, drh Anik Ariswandani mengatakan banyak kucing yang mati karena penyakit calicivirus. Hampir setiap hari ada saja yang mati dalam dua bulan terakhir ini.
"Bahkan ada disatu rumah warga, enam populasi, ke-enamnya mati diduga serangan penyakit karena calicivirus," ucap Anik, Selasa (26/2/2019).
Anik menerangkan beberapa gejala penyakit yang menyerang kucing di antaranya gangguan nafas, panas, demam, mulut bau dan luka banyak semacam sariawan.
"Jadi itu gejala yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama yang memiliki hewan peliharaan," katanya.
--page
Untuk itulah dia berharap apabila masyarakat memiliki hewan peliharaan, maka jaga dan rawatlah dengan baik. Jika menemukan gejala awal segera bawa ke dokter hewan terdekat untuk diperiksa.
Tidak jarang juga dia dihadapkan dengan datangnya seseorang yang membawa hewannya untuk diobati, namun hewan sudah dalam keadaan sekarat.
"Karena kebanyakan begitu dibiarkan saja, nanti sembuh sendiri. Lalu kalau sudah parah baru dibawa untuk diobati. Padahal mencegah lebih baik daripada mengobati," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)







