SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini masih ada beberapa daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang belum memiliki jalur darat.

Salah satunya dibeberapa desa Kecamatan Bukit Santuai. Masih ada desa terisolir di daerah tersebut. 

Dengan adanya hal itu Pemerintah Kotim terus berupaya secara berlahan untuk membuka akses jalan darat guna kepentingan masyarakat. 

"Kami secara pelan-pelan membuka akses jalur darat di beberapa daerah Kecamatan Bukit Santuai, kemungkinan akan dimulai pada 2020 mendatang," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Selasa (26/2/2019). 

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat yang tinggal di daerah tersebut memikiki akses jalan darat.

--page

Sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat daerah tersebut dan distribusi bahan pokok dari pedagang akan lebih mudah. 

"Selama ini seperti di Desa Tumbang Gagu, tidak ada akses jalan darat, sehingga masyarakat hanya menggunakan jalur sungai saja untuk bepergian ke kecamatan atau ke kota," katanya. 

Sebenarnya pemerintah sendiri sudah pernah menganggarkan pembangunan jalan menuju desa tersebut. Namun gagal dilakukan, karena status kawasan, sehingga dana tersebut dikembalikan. 

"Jadi saat ini kami terus berupaya agar adanya pengukuhan status kawasan. Sehingga jalan darat bisa dibangun di daerah tersebut," terangnya. 

Selain di di daerah itu, Kecamatan Seranau dan juga Kecamata Pulau Hanaut juga tidak memiliki akses jalur darat. Karena dua kecamatan itu terbelah oleh Sungai Mentaya.

Namun saat ini pemerintah sudah membangun jembatan penyebrangan di daerah Kecamatan Cempaga. Akan tetapi akses jalan dari daerah tersebut belum selesai. 

"Dengan tidak ada akses jalan tersebut tentu berpengaruh pasa kesejahteraan masyarakat dab pembangunan infrastruktur di wialayah tersebut, sehinga kami akan berupaya maksimal untuk membukanya," ungkapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)