BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H Nadalsyah menegaskan pembangunan pertanian di samping berorientasi produksi, juga diarahkan sebagai salah satu pilihan untuk masyarakat berusaha dengan menciptakan lapangan kerja.
“Kita menyadari bahwa pembangunan secara umum, termasuk pertanian tidak lepas dari koordinasi/dukungan dari pihak-pihak lain, terutama mitra kerja pertanian dari TNI AD, yang selama ini sudah mencurahkan pikiran dan tenaga," ucap Nadalsyah saat temu teknis penyuluh pertanian, Selasa (26/2/2019).
Selain TNI AD juga ada pihak-pihak lain yang mendukung, termasuk lembaga perbankan, pengurus dari KTNA, Perhiptani dan juga pihak swasta lainnya. "Semoga kerjasama ataupun koordinasi yang selama ini sudah terjadi terus kita tingkatkan,” lanjut Nadalsyah.
Nadalsyah menjelaskan, melalui program kerja pemerintah yang menargetkan pencapaian swasembada pangan strategis yang meliputi padi, jagung dan kedelai (Pajale) serta daging dalam konsep upaya khusus (Upsus).
Dimana, katanya, pendampingan dan pengawalan oleh penyuluh pertanian THL-TBPP dan petugas teknis pertanian dimulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa.
--page
Pendampingan itu diharapkan mampu memberikan kontribusi dan peningkatan produksi serta pendapatan petani yang berujung terjadinya peningkatan kesejahteraan.
Secara lebih jauh, program pembangunan pertanian tidak saja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga petani, tetapi juga berorientasi usaha atau organisasi. Sehingga sektor pertanian akan menjadi lebih menarik untuk digeluti atau diusahakan oleh masyarakat.
“Untuk itulah kita sebagai pembimbing dan pendamping dituntut mampu menjawab semua tantangan dan kendala di lapangan agar masyarakat kita merasa aman dan nyaman menggeluti usahanya,” kata bupati yang akrab disapa H Koyem ini. (RAMADHANI/B-2)








