BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah tinjau produksi teh berbahan Kalakai buatan warga Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Palangka Raya, Selasa (26/2/2019).
Kalakai merupakan tumbuhan liar yang dapat diolah apa saja, salah satunya diolah menjadi sayur. Kalakai juga bisa diperoleh di tempat-tempat penjualan sayur jika enggan untuk mencari sendiri.
Selain sayur, kalakai ternyata juga bisa dimanfaatkan menjadi teh maupun keripik. Seperti yang dilakukan warga Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Palangka Raya.
Produk lokal tersebut juga sempat dipajang bersamaan dengan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di kelurahan setempat, Selasa (26/2/2019).
Bahkan, setelah membuka kegiatan, Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah sempat meninjau.
--page
Tidak disangka, produk lokal ini juga sudah diedarkan di pasaran bahkan sempat diikutsertakan pada pameran di Jakarta. "Ini produk lokal kami," kata Lurah Kalampangan Hadi Suwandoyo.
Selain berbahan kalakai yang dibuat menjadi keripik dan teh, juga ada produk lokal lainnya. Seperti teh berbahan daun katu, teh berbahan daun jati cina, amplang ikan tenggiri, amplang ikan pipik dan lain-lain.
Pihak kelurahan berharap produk lokal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. (BUDI YULIANTO/B-2)








