BORNEONEWS, Sampit - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotawaringin Timur (Kotim) belum menentukan jadwal seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) di daerah ini.
"Karena ada berbagai kendala maka kami tidak bisa melakukan seleksi secara serentak pada pekan lalu. Sehingga untuk jadwal ulang belum bisa kami pastikan," ujar Kepala BKD Kotim Alang Arianto, Selasa (26/2/2019).
Saat ini BKD sudah mengirim surat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) meminta jadwal khusus seleksi P3K. Dengan harapan bisa disetujui karena untuk pendanaan juga ditanggung pemerintah daerah.
"Mudah-mudahan tetap disetujui nantinya. Karena untuk gajihnya juga ditanggung oleh pemerintah daerah. Dan berbeda dengan CPNS yang digajih melalui dana alokasi umum," kata Alang.
Tidak diselenggarakannya seleksi P3K pada jadwal yang telah ditetapkan akibat adanya beberapa kendala terutama tentang penggajian yang dibebankan pemerintah daerah.
--page
Kondisi ini harus dibahas terlebih dahulu. Sedangkan jika dipaksakan dilaksanakan maka waktunya sangat mepet.
"Selain itu, pelaksanaannya juga bukan dari BKN, melainkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga harus ada koordinasi lebih lanjut untuk pelaksanaannya," terang Alang.
Di Kotim dapat kuoata 101 formasi untuk P3K diperuntukan untuk K2 guru dan penyuluh pertanian. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








