PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bus rapid transit (BRT) diminta jangan sampai mematikan angkutan kota. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya At Prayer.

"Yang menjadi perhatian saya adalah operasionalnya BRT ini agar tidak mematikan angkutan kota," kata Prayer, Rabu (27/2/2019).

Sehingga, lanjut Politisi Gerindra ini, pemanfaatannya maksimal namun kesejahteraan masyarakat, terutama angkutan kota tidak terancam.

"Hal ini harus dibahas lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan serta organda," bebernya.

Diperlukan pemikiran dan kebijakan, lanjutnya, yang dipahami semua pihak agar tidak menjadi bumerang bagi angkot-angkot.

--page

"Terlebih ada wacana akan dimanfaatkan buat sekolahan. tapi ini masih wacana aja," tukasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin telah meresmikan lima BRT yang direncanakan pada Maret mendatang akan dioprasionalkan.

"Kami dari kalangan DPRD untuk memberikan masukan supaya pemanfaatannya sesuai dengan rencana," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/m)