SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Parimus mengingatkan agar pemerintah daerah mewaspadai  potensi terjadinya  kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tahun 2019 ini sejak dari sekarang.

"Upaya itu bisa dilakukan mulai dari memetakan daerah yang rawan jadi titik api serta mulai mempersiapkan relawan dan alat pemadam kebakarannya," kata Parimus, Rabu (27/2/2019)

Dia berharap agar,  pembinaan terhadap relawan  dari masyarakat juga sangat diperlukan. Tentunya itu bagi masyarakat yang ada di tiap desa atau yang ada di sekitar perusahaan perkebunan yang rawan daerah mereka terbakar.  

Pembinaan relawan ini kata dia akan berdampak baik dan membawa banyak nilai plus untuk  pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kotim.

Parimus mengakui,  bahwa masyarakat sebenarnya tidak menuntut banyak. Apalagi kultur masyarakat lokal sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya yang terancam akan kebakaran hutan dan lahan. 

--page

"Dari itu tim atau relawan pemadam kebakaran memang harus dibentuk di setiap desa," tegasnya.

Karena antisipasi itu harus dimulai sekarang dengan upaya pencegahan dan penanggulangan dengan semua pihak. Di sisi lain ia juga meminta agar pihak perusahaan perkebunan di Kotim juga aktif membina relawan pemadam api di sekitar areal investasinya. 

Sebab jika ada kebakaran di sekitar perusahan, bukan hanya masyarakat yang terkena dampak tetapi juga perusahaan setempat. (NACO/B-5)