JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada tahun lalu, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatat kenaikan produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti sebesar 9% yoy menjadi 3,38 juta ton.  Seiring kenaikan produksi TBS, total produksi CPO meningkat 9% yoy menjadi 921.000 ton.

Sedangkan dari sektor minyak dan lemak nabati mencatat kenaikan penjualan dan berkontribusi positif pada kinerja SIMP pada tahun lalu. Namun demikian secara keseluruhan perusahaan ini mencatat penurunan penjualan dan laba terutama seiring penurunan harga jual rata-rata produk sawit (CPO dan PK) dan karet.

Penjualan Grup SIMP turun 10% yoy menjadi Rp 14,19 triliun. Sementara itu laba usaha turun sebesar 44% yoy menjadi Rp 973 miliar dengan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 77 miliar.

"Tahun lalu, kami mencatat pertumbuhan produksi TBS inti dan CPO yang kuat, masing-masing sebesar 9% yoy dibandingkan tahun sebelumnya," kata Direktur Utama SIMP, Mark Wakeford, dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Meskipun mencatat peningkatan produksi serta kinerja yang kuat dari sektor minyak dan lemak nabati, kinerja perseroan pada tahun lalu mengalami penurunan terutama dipengaruhi oleh harga CPO yang sangat rendah dan turunnya harga karet.

--page

"Harga CPO pada semester kedua 2018 berada pada posisi terendah dalam kurun beberapa tahun terakhir," ujar Mark.

Seiring dengan kenaikan produksi TBS, lanjut Mark, pihaknya meningkatkan total kapasitas pengolahan kelapa sawit dengan membangun satu pabrik kelapa sawit baru berkapasitas 45 ton TBS per jam yang diperkirakan selesai pada tahun depan.

"Selain itu, perusahaan juga melakukan ekspansi pada pabrik penyulingan CPO di Surabaya," pungkasnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)