SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pelaksanaan Sampit Expo pada 16 Maret 2019 mendatang harus bebas dari atribut politik seperti alat peraga kampanye (APK) peserta kampanye atau calon legislatif.

"Kalau ada di areal expo, setiap APK peserta pemilihan umum (pemilu) dan caleg akan kami lepas," kata Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kotawaringin Timur (Kotim) Zulhaidir, Jumat (1/2/2019). 

Semua apk ataupun atribut partai politik yang terpasang baik di jalan menuju lokasi kegiatan dan sekitar kegiatan, akan ditutup dengan baliho expo serta penunjuk jalan. 

Tujuannya, agar kegiatan tersebut tidak dimanfaatkan caleg untuk berkampanye. Sementara, Sampit Expo upaya pemerintah untuk mempromosikan produk lokal dan potensi daerah. 

"Kami tidak ingin kegiatan ini menjadi wadah untuk kampanye atau kepentingan politik lainnya," kata Zulhaidir. 

Hal itu juga merupakan instruksi langsung Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, yang tidak ingin ada kegiatan berbau politik di ajang Sampit Expo. Karena dikhawatirkan ada dampak terhadap kunjungan maupun keikutsertaan pelaku usaha pada Sampit Expo tersebut. 

--page

"Ini merupakan keinginan bupati, jadi semuanya harus steril dari politik," tegas Zulhaidir. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)