BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, HM Jhon Krisli mengungkapkan pembangunan masih tersentral di daerah perkotaan.
Jhon mengakui banyak aspirasi warga di pedalaman dan juga janji pemerintah daerah yang masih lepas.
Dia menginginkan agar di masa jabatannya terakhir di DPRD Kotim ini, aspirasi dan janji pemerintah itu wajib dipenuhi.
Diungkapkan, anggaran Kotim dengan jumlah yang sangat terbatas ini banyak tersedot ke wilayah perkotaan. Fokus pembangunan terakhir ini ada di sektor penataan kota.
Seperti halnya pembangunan drainase, pembangunan mall pelayanan publik, penataan bundaran, penataan Taman Kota, pembangunan ikon Jelawat dan lain sebagainya.
--page
"Diperkirakan di bawah 20 persen APBD Kotim yang masuk ke daerah pelosok dari total APBD Kotim," kata dia, Jumat (1/3/2019).
Dari itu dia berpesan agar pembangunan kedepannya terutama dalam APBD ke depan lebih mengarah kepada penuntasan janji pemerintah kepada warga di pedalaman.
Jhon menambahkan selama ini dia tidak kurang menyuarakan pembangunan ke arah wilayah tertinggal. Namun lanjutnya aspirasi itu kerap terbentur dengan alasan pemerintah daerah, sehingga pedalaman terkatung-katung.
Makanya ia mendukung pemekaran daerah utara ini karena melihat kondisi pembangunan yang saat ini cukup timpang dan tertinggal. (NACO/B-6)








