BORNEONEWS, Palangka Raya - Pergelaran Tari Musikal Man Da U yang akan berlangsung di Betang Hapakat, Jalan RTA Milono, Palangka Raya pada Sabtu (2/3/2019) malam mengambil tema "Bersama dalam rasa".
Pertunjukan itu akan mengolaborasikan Budaya Dayak dan Tionghoa. Lantas, apa makna yang terkandung dalam tema tersebut?
Sekretaris Program Studi Seni Pertunjukan (PSSP) FISIP Universitas Kristen Palangka Raya (Unkrip) sekaligus ketua panita, Citra Amelia mengatakan, karya tersebut mengandung makna spirit atau semangat,
Menurutnya, saat nenek moyang, para tokoh atau pejuang dan kepala daerah orang Dayak berjuang bersama-sama membangun Kalteng tanpa melihat perbedaan latar belakang, suku dan agama.
Kemudian, memiliki cita-cita yang luhur yaitu menjadikan masyarakat Kalteng kususnya suku Dayak yang bermatabat, serta memutus atau membebaskan masyarakat Kalteng dari kemiskinan dan kesenjangan sosial.
--page
Sementara itu, sutradara pergelaran tersebut, Benny M Tundan mejelaskan alasan mengolaborasikan budaya Dayak dan Thionghoa.
"Itulah hebatnya seni. Selain universal atau bisa menembus dimensi waktu, seni juga dapat mempersatukan, mempererat dan merekatkan perbedaan sesama anak bangsa," kata Benny M Tundan.
"Apapun agamamu, sukumu dan apapun latar belakangmu, kita memiliki rasa yang sama untuk membangun masyarakat dan daerah Kalteng yang lebih baik menuju Kalteng berkah sesuai dengan falsafah huma Betang dan Indonesia jaya sesuai dengan ideologi pancasila," imbuhnya.
Pagelaran itu diselenggarakan mahasiswa Program Studi Seni Pertunjukan (PSSP) FISIP Unkrip berkerjasama dengan kerukunan warga Thionghoa di Palangka Raya, komunitas sejarah Palangka Raya dan beberapa sanggar seni budaya.
"Selain untuk melaksanakan program akedemis yaitu, pengabdian masyarakat, tujuannya juga untuk turut serta melestarikan budaya Dayak yang merupakan aset daerah Kalteng dan bangsa serta turut serta memeriahkan hari Raya Imlek dan Cap Go Meh 2570/2019," ucapnya.
--page
Ketua Prodi Seni Pertunjukan, Hadhi Saputra berharap gubernur dan para pejabat lainnya dapat hadir menyaksikan pagelaran tari tersebut. Dia juga mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong menuju Betang Hapakat, pusat acara berlangsung. (BUDI YULIANTO/B-11)








