PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Koordinator Learning Suport Center (LSC) Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya Bayu Setyo Ashih memberikan beberapa tips agar anak terhindar dari gangguan sensoris.

Langkah pertama, adalah kepedualian dan kesadaran akan pentingnya rangsangan sensoris pada anak. 

“Diawali dari saat kehamilan. Orangtua harus aware (sadar) kehamilan. Dengan menjaga masa kehamilan sampai melahirkan jangan sampai ada kendala,” kata Bayu yang disampaikan dalam seminar pengenalan deteksi dan stimulasi gangguan sensori untuk kesiapan belajar anak di Palangka Raya, Minggu (3//3/2019).

Kemudian, setelah lahir anak harus sering diajak berkomunikasi dan dirangsang motoriknya. Diajak bermain dan dibiarkan mengeksplorasi lingkungannya. 

“Asalkan tidak berbahaya biarkan anak mengeksplor sekitarnya,” ucap dia.

--page

Salah satunya seperti anak yang bermain di pasir, berlari-lari, memanjat ataupun berenang maupun bermain dengan teman-temannya. 

“Asalkan tetap dengan pengawasan orangtuanya,” pesannya. (HERMAWAN DP/B-5)