BORNEONEWS, Sampit - Peran media sebagai penyebar informasi terhadap masyarakat cukup berpengaruh besar pada tahapan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2019.
Media bisa menjadi pengawas bagi rentetan pelaksanaan pemilu, namun juga akan diawasi bagi sejumlah pihak yang berkaitan dengan pemilu.
Hal ini diungkapkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur Andri Rizki Agustian.
Dia menyebut saat ini media menjadi perhatian masyarakat dan peserta pemilu, baik sebagai penyedia informasi terkait tahapan pelaksanaan dan sebagai wadah promosi sejumlah elit politik.
"Media dikatakan sebagai pengawas, karena berperan memberitakan hal yang bisa memberikan efek negatif bagi masyarakat terkait pelanggaran pemilu," ujar Andri saat menjadi narasumber kegiatan Pengembangan Pengawasan Pemilu OMS dan Media terhadap sejumlah mahasiswa dan peserta pemilu di Kotim, Minggu (3/3/2019).
--page
Dia menegaskan pengawasan pelanggaran pemilu merupakan tugas dari Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu). Namun terkait hasil dan sejumlah temuan di lapangan akan diberitakan oleh sejumlah media, sehingga akan diketahui masyarakat.
Sementara itu terkait dengan diawasi. Karena media bisa menjadi wadah bagi elit partai politik dan para calon untuk berkampanye atau mempromosikan diri, sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat.
Cara itu tentunya akan menjadi perhatian Bawaslu dan sejumlah pihak lain, karena ada sejumlah hal yang tidak boleh dilakukan di media seperti kampanye sebelum jadwal ditentukan dan lainnya.
"Jadi media juga akan diawasi terkait hal tersebut, karena ada batasan-batasan yang boleh dimuat dalam pemberitaan," ungkapnya.
Dia menegaskan agar masyarakat lebih paham terkait dengan pemberitaan maka jangan sampai termakan isu yang mengandung hoax di media sosial (medsos). Karena berita di medsos lebih banyak yang hoax tanpa diketahui asal usul sumbernya.
--page
"Hoax sendiri bukan berita, karena sumbernya tidak diketahui. Karena informasi yang dianggap sebagai berita adalah dikeluarkan oleh media dengan fakta di lapangan yang dikumpulkan oleh wartawan dan di filter oleh editor," imbuhnya.
Maka dari itu dia menyarankan masyarakat harus pintar melihat informasi. Jangan sampai termakan isu hoax, sehingga berdampak pada situasi kamtibmas. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








