BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama bulan Februari 2019, kota Sampit mengalami deflasi hingga 0,65 persen. Salah satu komoditas penyumbang yakni harga ayam ras yang mencapai 0,9 persen.
Wakil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng, Setian menerangkan, normalnya harga ayam ras tersebut dikarenakan permintaan masyarakat menurun.
"Bukan karena masyarakat kurang berminat atau malas mengonsumsi ayam potong, tapi karena memang permintaannya saja yang tidak banyak," kata Setian, Senin (4/3/2019).
Dia menjelaskan, kurangnya permintaan ini dikarenakan tidak ada kegiatan besar atau keagamaan selama Februari.
"Berbeda dengan bulan Januari atau bulan lainnya yang memiliki perayaan hari besar, sehingga permintaan untuk ayam potong sangat tinggi," lanjutnya.
--page
Untuk mengantisipasi lonjakan harga di bulan selanjutnya, TPID bekerjasama dengan bulog akan menambah stok daging ayam potong beku, dan akan dibagikan ke daerah-daerah. (GAZALI/B-11)








