SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotawaringin Timur (Kotim) Nazmi Fuadi memastikan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dilaksanakan secara terbuka dan bersih dari titipan atau kecurangan 

"Kami tidak ingin ada kecurangan dalam seleksi Paskibraka, sehingga kami laksanakan secara terbuka," ujar Najmi, Senin (4/3/2019). 

Dirinya menerangkan tidak menampik ada beberapa orang yang ingin menitipkan keluarganya ataupun anaknya agar menjadi Paskibraka. Hal itupun diterima saja oleh pihaknya, tapi harus ikut seleksi yang dilakukan saat ini. 

Jika saat seleksi yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan. Maka akan gugur, dan tetap akan dipilih peserta yang terbaik nantinya untuk masuk dalam 75 orang Paskibraka. 

"Boleh saja titipan, tapi harus melalui seleksi juga. Kalau tidak memenuhi persyaratan, maka akan kami gugurkan," katanya. 

--page

Hal itu dilakukan oleh pihaknya agar para Paskibraka merupakan pelajar yang memang benar-benar mampu dab sesuai dengan kriteria seorang pengibar bendera. Bukan yang terpaksa karena ada tekanan dari luar. 

"Kami tidak ingin ada intervensi dari luar. Dan kami akan memberdayakan potensi pelajar di daerah ini," ungkapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)