SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga Jalan Sukaramai Timur, Desa Bapeang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kecewa dengan perusahaan galangan kapal yang berdiri di sekitar wilayah mereka. Karena tidak memberdayakan masyarakat sekitar.

"Kami sangat kecewa, harusnya perusahaan tersebut memberdayakan warga yang tinggal di areal itu, namun saat ini hanya dua hingga tiga orang saja yang diterima kerja ditempat tersebut," ujar Muhammad Ali Ridho, salah satu warga sekitar, Senin (4/3/2019). 

Mereka sadar memang tidak semua warga sekitar memiliki kemampuan atau pengalaman yang mempuni untuk bekerja di perusahaan. Akan tetapi, setidaknya ada bidang yang bisa menampung para warga. Sehingga memiliki pekerjaan yang layak nantinya. 

"Selama ini sangat susah untuk masuk kerja ke perusahaan tersebut, dan ini yang menjadi perhatian kami," kata Ali. 

Selain itu, berdirinya perusahaan di areal jalan tersebut juga membuat konstruksi Jalan Sukaramai Timur rusak, padahal Sudah mereka perbaiki sebelumnya dengan swadaya. Karena dilintasi truk besar yang mengangkut sejumlah bahan untuk perusahaan tersebut. 

--page

"Memang ada sempat diuruk oleh pihak perusahaan, namun cuma sekali. Dan sekarang sudah rusak lagi," terang Ali. 

Bahkan tidak hanya itu, sejumlah masyarakat mengaku dinding rumahnya retak akibat getaran truak angkutan berat yang melintas. 

Bahkan mereka juga sudah melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan. Namun hasilnya belum memuaskan mereka. Dan akan berlanjut pertemuan kedua, dengan harapan ada dihadiri dari pihak pemerintah terkait. 

Dengang adanya hal itu, warga berharap agar ada perhatian dari pemerintah. Sehingga perusahaan tersebut bisa memberikan hak masyarakat sekitar sebagai pekerja. Dan kontruksi jalan sekitar yang dilintasi untuk aktivitas perusahaan juga diperbaiki. (MUHAMMAD HAMIM/m)